Ma-l-lu saya pada diri saya sendiri. Ma-l-lu saya pada semua orang.
Kedatangan presiden Amerika Serikat Barrack Obama dan istrinya Michelle Obama beberapa waktu lalu menarik perhatian semua kalangan. Mulai rakyat jelata sampai para konglomerat, mulai artis sampai pejabat. Semua mata tertuju kepada kedatangan Obama di Indonesia yang sudah beberapa kali diundur tersebut.
Tidak tanggung-tanggung, hampir semua media televisi meliput langsung kedatangan Obama. Dari bandara sampai Istana Negara, sampai ke Masjid Istiqlal dan sampai pulang kembali ke negaranya. Berita tentang bencana yang sedang terjadi di Merapi – yang sebelum kedatangan Obama insan media tidak henti-henti meliput – terpaksa terhenti sejenak. Sempat terpikir dalam benak saya, kenapa Mr. Obama tidak pergi ke penampungan para pengungsi Merapi saja. Pastinya para pengungsi di sana jauh lebih terhibur dengan kedatangan orang nomor satu negara adikuasa tersebut, ketimbang hanya berputar-putar di Jakarta saja.
Hal yang mengejutkan terjadi. Seorang pentolan sebuah partai Islam, partai yang mengklaim diri partai yang bersih, jujur dan anti korupsi, yang berniat menjadikan hukum Islam menjadi hukum positif (setidaknya begitu yang saya kira), yang telah menjadi menteri di Kabinet Bersatu jilid 2 sekarang ini, mau bersalaman dengan Michelle Obama!! Ma-l-lu saya!!!
Konyolnya dia mengaku di twitternya bahwa tangannya tidak sengaja bersentuhan dengan tangan Michelle Obama. Di mana dia taruh hukum Islam? Di mana dia sematkan teladan dari Rasulullah saw yang tidak pernah mau bersalaman dengan kaum wanita? Yang dilakukan oleh Rasulullah semata untuk menjaga kehormatan wanita itu sendiri?? Ma-l-lu saya !!
Terus terang saya sedang kecewa berat. Betapa tidak? Partai yang dahulu saya gadang-gadang akan berhasil menegakkan hukum Islam di bumi Indonesia tercinta ini sudah jauh melenceng dari jalur. Mereka ternyata tidak bisa melawan arus politik yang mengitari mereka, tetapi mereka malahan terbawa arus yang mereka ciptakan sendiri. Bahkan saya dengar di beberapa daerah ada kader partai yang melakukan korupsi! Astaghfirullah.... Ma-l-lu saya !!
Tidak pernah terdengar di telinga wakil-wakil mereka di DPR RI memperjuangkan umat Islam, memperjuangkan agar pemerintah membubarkan Ahmadiyah pun tidak. Ketika rakyat Yogyakarta dan Jawa Tengah berkutat dengan penderitaan di pengungsian, mereka malah asyik jalan-jalan ke luar negeri sementara wakil dari partai yang lain justru urung. Mereka mungkin bisa beralasan sudah ada yang mengurusi para pengungsi. Akan tetapi di manakah rasa empati sebagai sesama muslim? Ma-l-lu saya !!
Dahulu saya sering membujuk ibu dan kakak-kakak saya agar memilih partai ini. Sekarang bahkan saya bingung, jika ada pemilu partai mana yang akan saya pilih? Saya sebagai mutarobbi (murid) sering merasa aneh ketika para Murobbi (guru) dari partai ini, mulai kehilangan disiplin dan izzahnya. Saya merasa ketika mengaji di kota tempat tinggal saya sekarang ini sangat berbeda dengan ketika saya mengaji di Semarang dahulu, tempat saya pertama kali mendapatkan hidayah dan bersentuhan dengan kader-kader partai ini. Para Murobbi ini lama-kelamaan menyusutkan (baca:mengecilkan) kerudungnya. Mungkin agar bisa mendapat massa yang banyak, biar tidak dicap eksklusif, bahkan mungkin mereka takut dikatakan bahwa mereka ingin mengusung hukum Islam? Ma-l-lu saya !! Yang jelas lama-lama saya merasa tidak sreg dan akhirnya cabut.
Memang dulu ada teman saya yang mengatakan pada saya bahwa dia pesimis partai ini bisa melakukan perubahan yang diharapkan. Tetapi saya terus saja karena saya yakin partai ini bisa melakukannya. Ternyata teman saya benar. Saya berdo’a semoga Allah saw mengembalikan mereka ke jalan yang benar. Semoga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar