Kamis, 15 Maret 2012

Suatu ketika Adin merasa bosan berada di dalam ruang kelasnya ketika jam pelajaran berlangsung. tanpa sadar dia mencoret-coret dinding kelasnya yang juga berwarna putih seperti kamarnya. bagi Adin tidaklah mengapa mencoret-coret dinding kelas karena dinding kelas itu sama dengan dinding kamarnya. ibu Ira yang mengetahui hal tersebut tersenyum dan menyuruh Adin untuk menyampaikan kepada mama agar menemui ibu guru di kantor ketika menjemput nanti. kemudian dengan bijak mama (yang oleh Adin dipanggil "mamim") menjelaskan bahwa tidak semua dinding boleh digambari. hanya dinding kamar Adin saja yang boleh. Adin pun mengerti dan tidak pernah mencoret-coret dinding kelas lagi.
Yupz.. hari ini saya bisa menulis lagi di blog saya setelah sekian lama vakum (karena malas pergi ke warnet yang isinya kebanyakan pasangan muda-mudi yang pengen nyari tempat sepi buat nge ...) alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas rahmat-Nya. hari-hari terakhir ini hujan turun bagai tak berhenti mengguyur bumi Indonesia tercinta kita. seperti biasa kebanyakan manusia, kadang senang, kadang menggerutu atau bahkan protes dengan rahmat Allah yang satu ini. orang senang karena udara jadi bersih dan sejuk, tanah menjadi subur dan tanaman serta pohon-pohon jadi hijau. menggerutu karena tidak bisa ke mana-mana karena terhalang oleh hujan, dan protes karena daerahnya jadi tergenang banjir karena hujan yang seakan tumpah terus dari langit tak ada habisnya. saya sendiri sedang berusaha untuk mensyukuri semua nikmat Allah yang tiada habisnya tercurahkan kepada saya.meskipun masih sering menggerutu tiada henti, tapi mudah-mudahan ke depannya saya tidak terlalu durhaka terhadap-Nya. Saya baru saja menyelesaikan sebuah buku yang berjudul "Dunia Adin" sebuah buku yang sederhana tapi cukup menginspirasi dan menambah wawasan tentang dunia imaji anak-anak. Saya tidak begitu paham tentang dunia pendidikan tetapi saya pernah mendengar bahwa bagi anak-anak, khayalan itu penting untuk membangun kecerdasan mereka. jangan pernah memutus khayalan anak-anak karena dia pasti akan kecewa, sedih dan kehilangan kepercayaan dirinya. Dalam buku "Dunia Adin" digambarkan tentang seorang anak yang cerdas dan suka menggambar. dia sering menggambarkan dunia imajinernya di dinding kamarnya. Kedua orangtua adin yang memang bekerja di bidang design dan periklanan membolehkan Adinn untuk bebas menggambar apa saja di dinding kamarnya yang dicat putih bersih. meskipun begitu ada batasan bagi Adin .