Ada orangtua yang selalu sibuk
bekerja mencari nafkah di luar rumah, sehingga tanpa disadari anak-anak tumbuh
sendiri tanpa ada yang membimbing dan mengawasi langkah-langkah mereka. Anak-anak
hanya dididik oleh lingkungannya secara alamiah. Ada pula orangtua yang abai
terhadap pendidikan anak-anaknya di rumah dan hanya menyerahkannya kepada
sekolah, padahal ia sendiri punya banyak waktu bersama mereka.
Hasil didikan seperti ini
mengakibatkan 63% remaja di Indonesia sudah melakukan hubungan seksual di luar
nikah, 97% sudah menonton film porno, 93,7% anak-anak pernah melakukan
pergaulan yang sangat bebas dengan lawan jenis, dan 21,2% anak usia sekolah
sudah pernah melakukan aborsi! Naudzubillaah!
Kalaupun anak-anak tersebut
tinggal di lingkungan yang islami, bersekolah di sekolah Islam, tidak otomatis
mereka menjadi “aman”. Selalu saja ada si “pencuri iman” yang berhasil masuk
tanpa kita sadari, dari dalam rumah kita sendiri.
Internet dan televisi merupakan
pencuri iman terbesar yang bisa diakses anak-anak di rumahnya sendiri. Kecanggihan
dan melek teknologi membuat tidak sedikit orangtua yang memanjakan anaknya
dengan memberikannya komputer, gadget canggih, dan modem yang bisa dikoneksikan
dengan internet kapan pun mereka mau. Penggunaan internet pada anak-anak jika
tidak didampingi oleh orangtua berakibat buruk pada perkembangan anak.
Terkadang jika sedang googling kerap terhidang di depan mata gambar-gambar
porno walaupun si anak tidak bermaksud
untuk mencari situs-situs tersebut. Kotak hitam bergambar (televisi) pasti ada
hampir di setiap rumah di Indonesia. Padahal, sedikit sekali – bahkan mungkin
tak ada – tontonan mendidik yang ditayangkannya.
Fakta-fakta seperti ini membuat
orangtua layak merasa tak aman membiarkan buah hatinya seorang diri menghadapi
para pencuri iman tersebut. Lama-lama, si buah hati tumbuh menjadi pelaku
kriminal atau mengidap penyakit jiwa yang menyimpang.
Dampak yang lebih berbahaya
adalah manakala si buah hati mulai sulit membedakan mana yang benar menurut
Islam dan mana yang tidak, mana yang dianjurkan oleh agama dan mana yang
dilarang. Dan, dampak yang paling berbahaya adalah ketika aqidah sang anak
mulai tergadaikan. Wallahu a’lam.
Sumber : Majalah Karima
Tidak ada komentar:
Posting Komentar