Senin, 22 November 2010

10 WASIAT UNTUK WANITA

Berikut ini sepuluh wasiat untuk wanita, untuk istri, untuk ibu rumah tangga dan ibunya anak-anak yang ingin menjadikan rumahnya sebagai pondok yang tenang dan tempat nan aman yang dipenuhi cinta dan kasih sayang, ketenangan dan kelembutan.

Wasiat Pertama:: Bertakwa kepada Allah dan menjauhi maksiat
Wasiat kedua: Berupaya mengenal dan memahami suami
Wasiat ketiga: Ketaatan yang nyata kepada suami dan bergaul dengan baik
Wasiat keempat: Bersikap qana’ah (merasa cukup)
Wasiat kelima: Baik dalam mengatur urusan rumah
Wasiat keenam: Baik dalam bergaul dengan keluarga suami dan kerabat-kerabatnya
Wasiat ketujuh: Menyertai suami dalam perasaannya dan turut merasakan duka cita dan kesedihannya.
Wasiat kedelapan: Bersyukur (berterima kasih) kepada suami atas kebaikannya dan tidak melupakan keutamaannya.
Wasiat kesembilan: Menyimpan rahasia suami dan menutupi kekurangannya (aibnya).
Wasiat terakhir: Kecerdasan dan kecerdikan serta berhati-hati dari kesalahan-kesalahan.

Wasiat-wasiat tersebut akan saya terangkan satu persatu

Wasiat Pertama:: Bertakwa kepada Allah dan menjauhi maksiat

Sesungguhnya kemaksiatan menghancurkan negeri dan menggoncangkan kerajaan. Maka janganlah engkau goncangkan rumahmu dengan berbuat maksiat kepada Allah dan jangan engkau seperti seorang wanita yang telah bermaksiat kepada Allah… Maka ia berkata dengan menyesal penuh tangis setelah dicerai oleh sang suami: “Ketaatan menyatukan kami dan maksiat menceraikan kami…”

Wahai hamba Allah…

Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu dan menjaga untukmu suamimu dan rumahmu. Sesungguhnya ketaatan akan mengumpulkan hati dan mempersatukannya, sedangkan kemaksiatan akan mengoyak hati dan mencerai-beraikan keutuhannya.

Karena itulah, salah seorang wanita shalihah jika mendapatkan sikap keras dan berpaling dari suaminya, ia berkata “Aku mohon ampun kepada Allah… itu terjadi karena perbuatan tanganku (kesalahanku)…”

Maka hati-hatilah wahai saudariku muslimah dari berbuat maksiat, khususnya:
1.Meninggalkan shalat atau mengakhirkannya (tanpa alasan yang benar) atau menunaikannya dengan cara yang tidak benar (seperti tidak melaksanakan rukun dan syaratnya, atau melaksanakannya tidak sesuai petunjuk dan tuntunan Råsulullåh shållallåhu 'alayhi wa sallam).

2. Menjelekkan dan mengejek orang lain, bangga denan amalan yang telah dilakukannya.
Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain(karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan janganlah wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan).” (Al Hujuraat: 11)

3. Keluar menuju pasar tanpa kepentingan yang sangat mendesak dan tanpa didampingi mahram.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Negeri yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya dan negeri yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya.”

4. Mendidik anak dengan pendidikan barat atau menyerahkan pendidikan anak kepada para pembantu dan pendidik-pendidik yang kafir.

5. Meniru wanita-wanita kafir.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.”

6.Menyaksikan film-film porno dan mendengarkan nyanyian.

7.Membaca majalah-majalah lawakan/humor.

8.Membiarkan sopir dan pembantu masuk ke dalam rumah tanpa kepentingan mendesak.

9.Membiarkan suami dalam kemaksiatannya

10.Bersahabat dengan wanita-wanita fajir dan fasik.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seseorang itu menurut agama temannya.”

11.Tabarruj (pamer kecantikan)

Demikian wasiat yang pertama, wasiat yang berikutnya akan saya tampilkan lain kali. Selamat membaca dan mengamalkan...

Tidak ada komentar: