Laman

Sabtu, 30 November 2013

PENCURI IMAN



Ada orangtua yang selalu sibuk bekerja mencari nafkah di luar rumah, sehingga tanpa disadari anak-anak tumbuh sendiri tanpa ada yang membimbing dan mengawasi langkah-langkah mereka. Anak-anak hanya dididik oleh lingkungannya secara alamiah. Ada pula orangtua yang abai terhadap pendidikan anak-anaknya di rumah dan hanya menyerahkannya kepada sekolah, padahal ia sendiri punya banyak waktu bersama mereka.
Hasil didikan seperti ini mengakibatkan 63% remaja di Indonesia sudah melakukan hubungan seksual di luar nikah, 97% sudah menonton film porno, 93,7% anak-anak pernah melakukan pergaulan yang sangat bebas dengan lawan jenis, dan 21,2% anak usia sekolah sudah pernah melakukan aborsi! Naudzubillaah!
Kalaupun anak-anak tersebut tinggal di lingkungan yang islami, bersekolah di sekolah Islam, tidak otomatis mereka menjadi “aman”. Selalu saja ada si “pencuri iman” yang berhasil masuk tanpa kita sadari, dari dalam rumah kita sendiri.
Internet dan televisi merupakan pencuri iman terbesar yang bisa diakses anak-anak di rumahnya sendiri. Kecanggihan dan melek teknologi membuat tidak sedikit orangtua yang memanjakan anaknya dengan memberikannya komputer, gadget canggih, dan modem yang bisa dikoneksikan dengan internet kapan pun mereka mau. Penggunaan internet pada anak-anak jika tidak didampingi oleh orangtua berakibat buruk pada perkembangan anak. Terkadang jika sedang googling kerap terhidang di depan mata gambar-gambar porno walaupun  si anak tidak bermaksud untuk mencari situs-situs tersebut. Kotak hitam bergambar (televisi) pasti ada hampir di setiap rumah di Indonesia. Padahal, sedikit sekali – bahkan mungkin tak ada – tontonan mendidik yang ditayangkannya.
Fakta-fakta seperti ini membuat orangtua layak merasa tak aman membiarkan buah hatinya seorang diri menghadapi para pencuri iman tersebut. Lama-lama, si buah hati tumbuh menjadi pelaku kriminal atau mengidap penyakit jiwa yang menyimpang.
Dampak yang lebih berbahaya adalah manakala si buah hati mulai sulit membedakan mana yang benar menurut Islam dan mana yang tidak, mana yang dianjurkan oleh agama dan mana yang dilarang. Dan, dampak yang paling berbahaya adalah ketika aqidah sang anak mulai tergadaikan. Wallahu a’lam.

Sumber : Majalah Karima