Laman

Jumat, 26 November 2010

10 WASIAT UNTUK WANITA (lanjutan)

Beberapa waktu yang lalu telah saya terangkan Wasiat pertama. pada kesempatan ini saya terangkan Wasiat kedua: Berupaya mengenal dan memahami suami

Hendaknya seorang istri berupaya memahami suaminya. Ia tahu apa yang disukai suami maka ia berusaha memenuhinya. Dan ia tahu apa yang dibenci suami maka ia berupaya untuk menjauhinya, dengan catatan selama tidak dalam perkara maksiat kepada Allah, karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al Khaliq (Allah Ta`ala). Berikut ini dengarkanlah kisah seorang istri yang bijaksana yang berupaya memahami suaminya.

Berkata sang suami kepada temannya: “Selama dua puluh tahun hidup bersama belum pernah aku melihat dari istriku perkara yang dapat membuatku marah.”
Maka berkata temannya dengan heran: “Bagaimana hal itu bisa terjadi?!”
Berkata sang suami: “Pada malam pertama aku masuk menemui istriku, aku mendekat padanya dan aku hendak menggapainya dengan tanganku, maka ia berkata: ‘Jangan tergesa-gesa wahai Abu Umayyah.’

Lalu ia berkata: ‘Segala puji bagi Allah dan shalawat atas Rasulullah… Aku adalah wanita asing, aku tidak tahu tentang akhlakmu, maka terangkanlah kepadaku apa yang engkau sukai niscaya aku akan melakukannya dan apa yang engkau tidak sukai niscaya aku akan meninggalkannya.’

Kemudian ia berkata: ‘Aku ucapkan perkataaan ini dan aku mohon ampun kepada Allah untuk diriku dan dirimu.’”

Berkata sang suami kepada temannya: “Demi Allah, ia mengharuskan aku untuk berkhutbah pada kesempatan tersebut. Maka aku katakan: ‘Segala puji bagi Allah dan aku mengucapkan shalawat dan salam atas Nabi dan keluarganya. Sungguh engkau telah mengucapkan suatu kalimat yang bila engkau tetap berpegang padanya, maka itu adalah kebahagiaan untukmu dan jika engkau tinggalkan (tidak melaksanakannya) jadilah itu sebagai bukti untuk menyalahkanmu. Aku menyukai ini dan itu, dan aku benci ini dan itu. Apa yang engkau lihat dari kebaikan maka sebarkanlah dan apa yang engkau lihat dari kejelekkan tutupilah.’

Istri(ku) berkata: ‘Apakah engkau suka bila aku mengunjungi keluargaku?’
Aku menjawab: ‘Aku tidak suka kerabat istriku bosan terhadapku’ (yakni si suami tidak menginginkan istrinya sering berkunjung).

Ia berkata lagi: ‘Siapa di antara tetanggamu yang engkau suka untuk masuk ke rumahmu maka aku akan izinkan ia masuk? Dan siapa yang engkau tidak sukai maka akupun tidak menyukainya?’

Aku katakan: ‘Bani Fulan adalah kaum yang shaleh dan Bani Fulan adalah kaum yang jelek.’”

Berkata sang suami kepada temannya: “Lalu aku melewati malam yang paling indah bersamanya. Dan aku hidup bersamanya selama setahun dalam keadaan tidak pernah aku melihat kecuali apa yang aku sukai. Suatu ketika di permulaan tahun, tatkala aku pulang dari tempat kerjaku, aku dapatkan ibu mertuaku ada di rumahku.

Lalu ibu mertuaku berkata kepadaku: ‘Bagaimana pendapatmu tentang istrimu?’”
Aku jawab: “Ia sebaik-baik istri.”

Ibu mertuaku berkata: “Wahai Abu Umayyah.. Demi Allah, tidak ada yang dimiliki para suami di rumah-rumah mereka yang lebih jelek daripada istri penentang (lancang). Maka didiklah dan perbaikilah akhlaknya sesuai dengan kehendakmu.”
Berkata sang suami: “Maka ia tinggal bersamaku selama dua puluh tahun, belum pernah aku mengingkari perbuatannya sedikitpun kecuali sekali, itupun karena aku berbuat dhalim padanya.”

Alangkah bahagia kehidupannya…!

Demi Allah, aku tidak tahu apakah kekagumanku tertuju pada istri tersebut dan kecerdasan yang dimilikinya? Ataukah tertuju pada sang ibu dan pendidikan yang diberikan untuk putrinya? Ataukah terhadap sang suami dan hikmah yang dimilikinya?
Itu adalah keutamaan Allah yang diberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki.

MA-L-LU ( baca : malu ) SAYA

Ma-l-lu saya pada diri saya sendiri. Ma-l-lu saya pada semua orang.

Kedatangan presiden Amerika Serikat Barrack Obama dan istrinya Michelle Obama beberapa waktu lalu menarik perhatian semua kalangan. Mulai rakyat jelata sampai para konglomerat, mulai artis sampai pejabat. Semua mata tertuju kepada kedatangan Obama di Indonesia yang sudah beberapa kali diundur tersebut.

Tidak tanggung-tanggung, hampir semua media televisi meliput langsung kedatangan Obama. Dari bandara sampai Istana Negara, sampai ke Masjid Istiqlal dan sampai pulang kembali ke negaranya. Berita tentang bencana yang sedang terjadi di Merapi – yang sebelum kedatangan Obama insan media tidak henti-henti meliput – terpaksa terhenti sejenak. Sempat terpikir dalam benak saya, kenapa Mr. Obama tidak pergi ke penampungan para pengungsi Merapi saja. Pastinya para pengungsi di sana jauh lebih terhibur dengan kedatangan orang nomor satu negara adikuasa tersebut, ketimbang hanya berputar-putar di Jakarta saja.

Hal yang mengejutkan terjadi. Seorang pentolan sebuah partai Islam, partai yang mengklaim diri partai yang bersih, jujur dan anti korupsi, yang berniat menjadikan hukum Islam menjadi hukum positif (setidaknya begitu yang saya kira), yang telah menjadi menteri di Kabinet Bersatu jilid 2 sekarang ini, mau bersalaman dengan Michelle Obama!! Ma-l-lu saya!!!

Konyolnya dia mengaku di twitternya bahwa tangannya tidak sengaja bersentuhan dengan tangan Michelle Obama. Di mana dia taruh hukum Islam? Di mana dia sematkan teladan dari Rasulullah saw yang tidak pernah mau bersalaman dengan kaum wanita? Yang dilakukan oleh Rasulullah semata untuk menjaga kehormatan wanita itu sendiri?? Ma-l-lu saya !!

Terus terang saya sedang kecewa berat. Betapa tidak? Partai yang dahulu saya gadang-gadang akan berhasil menegakkan hukum Islam di bumi Indonesia tercinta ini sudah jauh melenceng dari jalur. Mereka ternyata tidak bisa melawan arus politik yang mengitari mereka, tetapi mereka malahan terbawa arus yang mereka ciptakan sendiri. Bahkan saya dengar di beberapa daerah ada kader partai yang melakukan korupsi! Astaghfirullah.... Ma-l-lu saya !!

Tidak pernah terdengar di telinga wakil-wakil mereka di DPR RI memperjuangkan umat Islam, memperjuangkan agar pemerintah membubarkan Ahmadiyah pun tidak. Ketika rakyat Yogyakarta dan Jawa Tengah berkutat dengan penderitaan di pengungsian, mereka malah asyik jalan-jalan ke luar negeri sementara wakil dari partai yang lain justru urung. Mereka mungkin bisa beralasan sudah ada yang mengurusi para pengungsi. Akan tetapi di manakah rasa empati sebagai sesama muslim? Ma-l-lu saya !!

Dahulu saya sering membujuk ibu dan kakak-kakak saya agar memilih partai ini. Sekarang bahkan saya bingung, jika ada pemilu partai mana yang akan saya pilih? Saya sebagai mutarobbi (murid) sering merasa aneh ketika para Murobbi (guru) dari partai ini, mulai kehilangan disiplin dan izzahnya. Saya merasa ketika mengaji di kota tempat tinggal saya sekarang ini sangat berbeda dengan ketika saya mengaji di Semarang dahulu, tempat saya pertama kali mendapatkan hidayah dan bersentuhan dengan kader-kader partai ini. Para Murobbi ini lama-kelamaan menyusutkan (baca:mengecilkan) kerudungnya. Mungkin agar bisa mendapat massa yang banyak, biar tidak dicap eksklusif, bahkan mungkin mereka takut dikatakan bahwa mereka ingin mengusung hukum Islam? Ma-l-lu saya !! Yang jelas lama-lama saya merasa tidak sreg dan akhirnya cabut.

Memang dulu ada teman saya yang mengatakan pada saya bahwa dia pesimis partai ini bisa melakukan perubahan yang diharapkan. Tetapi saya terus saja karena saya yakin partai ini bisa melakukannya. Ternyata teman saya benar. Saya berdo’a semoga Allah saw mengembalikan mereka ke jalan yang benar. Semoga.

Senin, 22 November 2010

10 WASIAT UNTUK WANITA

Berikut ini sepuluh wasiat untuk wanita, untuk istri, untuk ibu rumah tangga dan ibunya anak-anak yang ingin menjadikan rumahnya sebagai pondok yang tenang dan tempat nan aman yang dipenuhi cinta dan kasih sayang, ketenangan dan kelembutan.

Wasiat Pertama:: Bertakwa kepada Allah dan menjauhi maksiat
Wasiat kedua: Berupaya mengenal dan memahami suami
Wasiat ketiga: Ketaatan yang nyata kepada suami dan bergaul dengan baik
Wasiat keempat: Bersikap qana’ah (merasa cukup)
Wasiat kelima: Baik dalam mengatur urusan rumah
Wasiat keenam: Baik dalam bergaul dengan keluarga suami dan kerabat-kerabatnya
Wasiat ketujuh: Menyertai suami dalam perasaannya dan turut merasakan duka cita dan kesedihannya.
Wasiat kedelapan: Bersyukur (berterima kasih) kepada suami atas kebaikannya dan tidak melupakan keutamaannya.
Wasiat kesembilan: Menyimpan rahasia suami dan menutupi kekurangannya (aibnya).
Wasiat terakhir: Kecerdasan dan kecerdikan serta berhati-hati dari kesalahan-kesalahan.

Wasiat-wasiat tersebut akan saya terangkan satu persatu

Wasiat Pertama:: Bertakwa kepada Allah dan menjauhi maksiat

Sesungguhnya kemaksiatan menghancurkan negeri dan menggoncangkan kerajaan. Maka janganlah engkau goncangkan rumahmu dengan berbuat maksiat kepada Allah dan jangan engkau seperti seorang wanita yang telah bermaksiat kepada Allah… Maka ia berkata dengan menyesal penuh tangis setelah dicerai oleh sang suami: “Ketaatan menyatukan kami dan maksiat menceraikan kami…”

Wahai hamba Allah…

Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu dan menjaga untukmu suamimu dan rumahmu. Sesungguhnya ketaatan akan mengumpulkan hati dan mempersatukannya, sedangkan kemaksiatan akan mengoyak hati dan mencerai-beraikan keutuhannya.

Karena itulah, salah seorang wanita shalihah jika mendapatkan sikap keras dan berpaling dari suaminya, ia berkata “Aku mohon ampun kepada Allah… itu terjadi karena perbuatan tanganku (kesalahanku)…”

Maka hati-hatilah wahai saudariku muslimah dari berbuat maksiat, khususnya:
1.Meninggalkan shalat atau mengakhirkannya (tanpa alasan yang benar) atau menunaikannya dengan cara yang tidak benar (seperti tidak melaksanakan rukun dan syaratnya, atau melaksanakannya tidak sesuai petunjuk dan tuntunan Råsulullåh shållallåhu 'alayhi wa sallam).

2. Menjelekkan dan mengejek orang lain, bangga denan amalan yang telah dilakukannya.
Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain(karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan janganlah wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan).” (Al Hujuraat: 11)

3. Keluar menuju pasar tanpa kepentingan yang sangat mendesak dan tanpa didampingi mahram.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Negeri yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya dan negeri yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya.”

4. Mendidik anak dengan pendidikan barat atau menyerahkan pendidikan anak kepada para pembantu dan pendidik-pendidik yang kafir.

5. Meniru wanita-wanita kafir.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.”

6.Menyaksikan film-film porno dan mendengarkan nyanyian.

7.Membaca majalah-majalah lawakan/humor.

8.Membiarkan sopir dan pembantu masuk ke dalam rumah tanpa kepentingan mendesak.

9.Membiarkan suami dalam kemaksiatannya

10.Bersahabat dengan wanita-wanita fajir dan fasik.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seseorang itu menurut agama temannya.”

11.Tabarruj (pamer kecantikan)

Demikian wasiat yang pertama, wasiat yang berikutnya akan saya tampilkan lain kali. Selamat membaca dan mengamalkan...

Sabtu, 20 November 2010

LIMA BALA AKIBAT MELANGGAR PERINTAH ALLAH SWT

Dari Abdullah bin Umar dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menghadapkan wajah ke kami dan bersabda: "Wahai golongan Muhajirin, lima perkara apabila kalian mendapat cobaan dengannya, dan aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak mengalaminya;
1. Tidaklah kekejian menyebar di suatu kaum, kemudian mereka melakukannya dengan terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah mereka penyakit Tha'un dan kelaparan yang belum pernah terjadi terhadap para pendahulu mereka.
2. Tidaklah mereka mengurangi timbangan dan takaran kecuali mereka akan disiksa dengan kemarau berkepanjangan dan penguasa yang zhalim.
3. Tidaklah mereka enggan membayar zakat harta-harta mereka kecuali langit akan berhenti meneteskan air untuk mereka, kalau bukan karena hewan-hewan ternak niscaya mereka tidak akan beri hujan.
4. Tidaklah mereka melanggar janji Allah dan Rasul-Nya kecuali Allah akan kuasakan atas mereka musuh dari luar mereka dan menguasainya.
5. Tidaklah pemimpin-pemimpin mereka enggan menjalankan hukum-hukum Allah dan tidak menganggap lebih baik apa yang diturunkan Allah, kecuali Allah akan menjadikan rasa takut di antara mereka. (HR Ibnu Majah 4009)

Saudaraku, sungguh jika kita perhatikan hadits ini lalu direfleksikan kepada kondisi negeri dimana kita hidup dewasa ini – bahkan kondisi dunia secara umum – maka nyata benar bahwa kelima-limanya sudah menjadi kenyataan pada zaman penuh fitnah dewasa ini..! Silahkan kita perhatikan satu per satu peringatan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di atas:
Pertama, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meminta kita mewaspadai tersebarnya faakhisyah (kekejian) secara terang-terangan di tengah masyarakat. Bila kekejian telah menyebar di tengah masyarakat, maka berbagai penyakit Tha’un (menular) beserta kelaparan akan menggejala di tengah kaum tersebut yang tidak pernah terjadi pada para pendahulu mereka.
Sejujurnya, inilah yang sekarang berlaku. Karena banyaknya bentuk kekejian secara terang-terangan yang muncul di tengah kita, maka kitapun menyaksikan banyaknya orang yang terjangkit penyakit menular serta kelaparan. Berbagai tayangan dan pemberitaan di televisi menyiarkan banyaknya dan bervariasinya kekejian yang dilakoni manusia modern. Setiap hari kita disajikan berbagai isu dan gosip mengenai perselingkuhan, perselisihan dan perceraian para selebritis bahkan tokoh masyarakat. Malah belakangan ini kita sering mendengar banyaknya kasus bayi yang kelahirannya tidak diharapkan, sehingga sang ibu dengan teganya meninggalkan si bayi di sembarang tempat. Mengapa bayi itu ”dibuang”? Karena sang ibu tidak mau menanggung malu sebab bayi tadi merupakan hasil hubungan di luar pernikahan (baca: perzinaan). Oleh karenanya, Al-Qur’an tidak saja mengharamkan orang-orang beriman untuk berzina, bahkan mendekati perbuatan zina saja sudah dilarang...!
وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al-Israa ayat 32)
Bahkan kita juga disajikan kekejian di tengah masyarakat berupa terang-terangannya manusia menjalin hubungan seksual sejenis (kelamin), baik itu lelaki dengan sesamanya (gay alias homosexuality) maupun wanita dengan sesamanya (lesbianisme). Malah di sebagian negara bagian Amerika Serikat sudah ada undang-undang yang meresmikan pernikahan sesama jenis kelamin. Padahal Al-Qur’an dengan jelas dan tegas mengharamkan perilaku keji ini:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ أَئِنَّكُمْ
لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ
”Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fakhisyah itu sedang kamu melihat (nya)?" Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu (mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu)".(QS An-Naml ayat 54-55)
Jika demikian keadaannya, masihkah kita perlu heran mengapa terdapat berbagai penyakit menular di tengah masyarakat negeri ini, malah masyarakat dunia secara umum? Sehingga kita dengar dimana-mana manusia ketakutan dengan penyakit menular seperti demam berdarah dan lain sebagainya. Bahkan dunia dikejutkan dengan munculnya berbagai penyakit menular baru yang tidak pernah terjadi pada para pendahulu seperti misalnya flu burung dan flu babi. Begitu pula, masihkah kita mesti kebingungan mengapa kelaparan merebak di negeri ini bahkan di seluruh dunia, padahal majalah Forbes baru saja melansir daftar 1000 orang terkaya di dunia yang mana salah seorang di antara mereka aset kekayaannya ada yang mencapai sepertiga kekayaan negara Indonesia, yaitu lebih dari 50 milyar dollar Amerika...?! Wallaahu a’lam bishshowab

SUMIYATI OH.. SUMIYATI

Malang nian nasib Sumiyati, Tenaga Kerja Wanita asal Dompu NTB ini. Dia mengalami penyiksaan berat yang dilakukan oleh majikan dan anak majikannya waktu bekerja di Arab Saudi. Tidak tanggung-tanggung, majikannya menggunting bibir atas Sumiyati. Selain itu dia juga mengalami berbagai penyiksaan fisik lainnya. Berbagai penyiksaan tersebut membuatnya terbaring lemah di sebuah rumah sakit di Arab Saudi sana.

Tak tertanggungkan penderitaan yang kini dialami oleh Sumiyati. Sumiyati yang dulu berwajah manis dan lembut kini berubah bak tengkorak hidup. Pipinya yang dulu gembul kini kempot bagaikan tak terurus. Siapakah yang peduli dengan nasib Sumiyati?
Apakah pihak PJTKI peduli pada nasibnya? Ataukah pemerintah bersedia menanggung semua beban yang kini dialami oleh Sumiyati?

Memang tidak masuk di akal. Kejadian-kejadian yang terjadi di negeri ini bak kejadian di dalam negeri dongeng. Nurani manusia negeri ini telah terkikis, terkorupsi oleh gelimang materi. Pihak PJTKI hanya peduli pada uang yang bisa didapatkan dari para Tenaga Kerja. Mereka tidak peduli ketika tenaga kerja yang mereka kirimkan ke luar negeri mengalami ketidakadilan, mulai dari gaji yang tidak dibayar, pemerkosaan, pemyiksaan fisik sampai pada cedera berat dan penghilangan sebagian anggota tubuh, seperti yang telah dialami Sumiyati.

Sementara para tenaga kerja ini ternyata tidak dibekali dengan keterampilan yang memadai oleh pihak PJTKI yang mengirimkannya. Bayangkan bagaimana jadinya bila Anda berada di negeri asing yang Anda tidak tahu bagaimana cara berkomunikasi dengan bahasa mereka, atau paling tidak berkomunikasi dengan bahasa yang banyak digunakan?

Sumiyati ini tidak bisa berbahasa Arab dan Inggris. Maka bagaimana caranya dia bisa mengerti perintah dari majikannya? Bagaimana mungkin majikannya tidak kesal karena berulangkali menyuruh Sumiyati untuk mengepel, menyeterika ataupun mencuci baju tetapi Sumiyati tidak kunjung mengerjakannya karena dia tidak mengerti apa yang diucapkan oleh majikannya?

Tentu saya tidak bermaksud untuk membela majikan Sumiyati. Nurani manusia mana pun tidak akan terima pada perlakuan yang kejam, tidak beradab dan tidak manusiawi ini. Bagaimanapun juga banyak faktor yang menyebabkan penyiksaan TKI terus berlanjut selain yang telah saya sebutkan di atas. Antara lain lemahnya diplomasi pemerintah dengan negara-negara di luar negeri dan tidak tegasnya sikap pemerintah pada PJTKI PJTKI liar yang banyak beroperasi di negeri ini.

Meskipun umpamanya pemerintah menghentikan pengiriman TKI ke luar negeri masih banyak PJTKI liar yang mau dan akan mengirimkan TKI ke luar negeri, karena masih banyak juga warga Negara Indonesia yang tergiur oleh gaji yang banyak dengan bekerja di luar negeri. Tidak tersedianya lapangan pekerjaan di negeri sendiri dan taraf pendidikan yang rendah memicu banyaknya orang yang ingin mengadu nasib ke luar negeri. Mereka melihat peluang emas memiliki gaji besar hanya dengan menjadi pembantu rumah tangga di negeri orang.

Dalam hal ini bisa kita lihat efek dominonya, berputar-putar ke masalah itu-itu saja. Rendahnya taraf pendidikan sekarang ini dipicu oleh rendahnya anggaran biaya pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu perlu usaha yang simultan dan kontinyu dari pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini. Tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan, perlu waktu bertahun-tahun dan perlu kerjasama yang kompak dari semua elemen pemerintahan untuk mewujudkannya. Yang terpenting pemerintah mau serius berusaha menyelesaikan masalah ini sehingga tidak akan ada lagi Sumiyati-Sumiyati yang lain. Tidak hanya bereaksi ketika terjadi penyiksaan lagi dan mengendur lagi setelahnya.

SYARI’AT PENYEMBELIHAN HEWAN QURBAN

Kemarin sekolah tempat saya bekerja menyembelih hewan qurban. 1 ekor sapi dan 4 ekor kambing. Semua guru dan karyawan dibantu oleh siswa kelas 6 dan penduduk yang rumahnya berdekatan dengan sekolah bekerjasama menyembelih, memotong dan membagi-bagikan hewan qurban tersebut. Gema takbir terus berkumandang dari mikrofon musholla sekolah.

Ketika saya membaca buku Bekal-Bekal Idul Adha yang ditulis oleh Abu Salma Al-‘Atsari di sana tertulis tata cara penyembelihan hewan qurban. Dalil penyembelihan hewan qurban adalah Surat Al-Kautsar ayat 2 yang berbunyi :

Fasholli lirobbika wanhar
“ Maka sholatlah untuk Rabb-mu dan berkurbanlah”


Diantara dalil sunnah akan disyariatkannya qurban adalah hadis shahih dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, beliau berkata : “Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkurban dengan dua ekor kambing kibasy yang berwarna amlah dan bertanduk, yang beliau sembelih dengan tangan beliau sendiri dengan menyebut nama Allah dan bertakbir lalu meletakkan kaki beliau pada bagian kedua belikatnya.”

Fadhilatusy Syaikh Abdullah Alu Bassam dalam Taissirrul ‘allam (hal. 535) menjelaskan : “amlah maksudnya adalah warna abu-abu yang di dalamnya ada warna putih dan hitam dimana putihnya lebih dominan dibandingkan hitamnya.”

Hukum menyembelih hewan qurban menurut jumhur ulama hukumnya adalah Sunnah Muakkad, sebagaimana diterangkan di dalam al-Mausu’ah al-Fiqhiyah. Diantara mereka yang berpendapat ini adalah as-Syafi’iyah dan al-Hanabilah, pendapat terkuat dari pendapat Malik dan salah satu riwayat dari Abu Yusuf. Pendapat ini juga merupakan pendapat Abu Bakr, Umar, Bilal, Abi Mas’ud al-Badri, Suwaid bin Ghoflah, Sa’id bin al-Musayyib, ‘Atho’, Alqomah, al-Aswad, Ishaq, Abu Tsaur dan Ibnul Mundzir. Mereka beristidlal dengan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam : ‘Apabila telah masuk sepuluh hari (Dzulhijjah) dan kalian berkeinginan untuk berkurban, maka janganlah ia menyentuh (mengambil) rambut dan kukunya sedikitpun.”

Sisi pendalilannya adalah ucapan Nabi ‘Jika kalian berkeinginan” yang menunjukkan hal ini diserahkan kepada kehendak. Apabila berkurban itu wajib, niscaya sabda Nabî akan menjadi : “Janganlah menyentuh rambutnya sedikitpun sampai berkurban dengannya.”
Diantara dalilnya pula adalah, bahwa Abu Bakr dan ‘Umar radhiyallahu “Anhum tidak berkurban pada satu atau dua tahun, dengan alasan khawatir manusia menganggapnya sebagai suatu kewajiban. Perbuatan kedua orang yang mulia ini menunjukkan bahwa keduanya mengetahui bahwa Rasulullah tidak mewajibkannya, dan tidak pula ada seorang sahabatpun yang menyelisihi hal ini.

Kriteria Hewan yang dijadikan kurban adalah sebagai berikut :
1. Kurban tidak boleh kecuali hanya sapi, kerbau, kambing, domba dan unta,
2. Boleh berpatungan untuk membeli seekor sapi bagi 7 orang, unta 10 orang dan
kambing hanya untuk 1 orang.
3. Usia hewan kurban. Untuk kambing tidak sah apabila usianya kurang dari satu
tahun, lembu apabila kurang dari dua tahun dan belum memasuki tahun ketiga,
dan unta apabila usianya kurang dari empat tahun belum memasuki tahun
kelima.
4. Tidak cacat dengan suatu cacat yang jelas.

Waktu penyembelihan hewan qurban adalah pada pagi hari setelah sholat ‘Id sampai berakhirnya hari tasyriq. Penyembelihan sebelum sholat ‘Id adalah tidak sah, sebagaimana hadis Nabî Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam : “ Barangsiapa yang menyembelih sebelum sholat (‘Id) maka hendaklah ia menyembelih hewan lainnya sebagai gantinya” [muttafaq ‘Alaihi].

Ada beberapa larangan di dalam berkurban yang perlu dihindari oleh orang yang berkurban, diantaranya adalah :
1. Memotong bulu dan kuku hewan qurban semenjak awal Dzulhijjah hingga
penyembelihanL ‘ DUL ADHHA
2. Berkurban dengan hewan yang cacat.
3. Berkurban dengan hewan yang masih kecil
4. Menyembelih kurban pada malam hari raya ‘Idul Adha atau pagi hari sebelum
sholat ‘Id dengan alasan agar kaum fakir miskin dapat merasakan dan
memakannya pada hari raya.
5. Menjual hewan kurban dan membagikan nilainya (uangnya) kepada fakir miskin
dengan alasan hal ini lebih dapat membantu kaum fakir miskin.
6. Tidak menenangkan hewan kurban ketika akan menyembelihnya.
7. Melukai hewan kurban atau menyiksanya.
8. Tidak menyebut nama Allah ketika berkurban
9. Memberikan upah kepada penjagal dengan bagian dari hewan kurban.
10. Menjual kulit hewan kurban.
BEKAL-BEKAL ‘ DUL ADHHA
Ketika menyembelih hewan kurban, maka hendaknya dilakukan dengan tenang dan tidak menyiksa hewan kurban.
Berikut ini beberapa etika di dalam menyembelih hewan kurban
1. Alat untuk menyembelih hendaknya yang tajam
2. Menyebut nama Allah ketika menyembelih.
3. Menghadap kiblat sebagaimana hadis yang dating dari Jabir bin Abdillah
radhiyallahu ‘Anhu bahwa Nabi ketika akan menyembelih mengarahkannya ke
kiblat.
4. Memotong tengorokan, kerongkongan dan dua urat lehernya dalam waktu
bersamaan agar segera mati dan tidak tersiksa.
5. Menenangkan hewan kurban dan tidak membuatnya takut atau tersiksa.

Senin, 15 November 2010

Gak ada suami, ada sedihnya ada senangnya ...

Sudah sejak hari Sabtu kemarin suami saya pergi ke Jogja. Katanya sih mau ikut bantu korban bencana merapi. Duh.. saya takut juga kalau tiba-tiba wedhus gembelnya turun lagi.. kan sudah banyak relawan yang ikut jadi korban..Makanya saya wanti-wanti suami saya agar tidak usah ikut naik ke gunung untuk evakuasi korban. Beliau sih mengiyakan. Dalam hati saya selalu berdo'a semoga suami saya kembali dalam keadaan selamat, dan semoga Merapi menghentikan aktivitasnya.

Sedihnya ketika gak ada suami adalah saya jadi tidak berani tidur sendirian. Padahal dulu ketika masih single sungguh gak ada masalah jika tidur sendirian. Sekarang harus nunggu bener-bener ngantuk baru mau tidur. soalnya kalau sudah berbaring di tempat tidur.. hii ... pikirannya sering ke mana-mana.. ada setan lah apa lah he he he.. 

 Senangnya jadi gak ada lagi yang ngatur-ngatur .. he he (maaf ya suamiku sayang ....)
gak usah masak, lebih nyantai, bersihin rumah kalau mau aja, plus kalau lagi malas banget.. gak mandi mandi seharian!! he he...
terus juga bisa nonton film and main game semalaman. Hal inilah yang sering kena kritik dan semprot oleh suami saya. Biasanya beliau akan marah dan langsung mematikan tivi or komputer kalau saya tidak juga berhenti.
maklum saya ini termasuk orang yang suka nonton film and nge game. betah banget kalau sudah di depan tivi or komputer..

Anyway besok suami saya sudah pulang. Maunya sih pulang hari ini.. saya kan Idul Adhanya ikut besok.. Bukannya tidak percaya pada pemerintah.. Kiblat umat Islam kan ada di Ka'bah Mekkah jadinya ya kalau Mekkah sudah Idul Adha ya saya ikut idul adha. Simpel aja.. Jadinya sholat Idul Adhanya ikut Rabu aja.. habis mau sholat gak ada yang menemani sih..


Khasiat Bawang Merah Untuk Kesehatan


Tanaman umbi-umbian yang sering kita jumpai salah satunya adalah bawang merah. Bawang merah selalu ada di dapur kita setiap hari. Orang Indonesia jika memasak tanpa memakai bawang merah tidak akan sedap rasanya. Tidak “mak- nyuus…” begitu kata Pak Bondan.

Di desa-desa masih banyak terdapat semangat kegotong royongan, tidak seperti di kota besar. Oleh karena itu masih dapat kita temui acara memasak bersama ketika ada saudara atau tetangga yang punya hajatan. Salah satu agendanya adalah mengiris berkilo-kilo bawang merah. Jika kita tidak terbiasa memasak, pastilah mata kita akan berair seperti orang menangis ketika mengiris bawang merah-bawang merah tersebut.

Oleh karena itu ada ahli terapis yang memakai bawang merah untuk pengobatan mata. Caranya adalah dengan merangsang mata untuk mengeluarkan air mata dengan menggunakan bawang merah. Ketika kita menangis banyak kotoran mata yang keluar. Akibatnya mata kita menjadi lebih sehat dan pandangan menjadi jernih.

Selain itu para ilmuwan mendapati bahwa bawang merah bisa membantu tubuh menyingkirkan kolesterol jahat penyebab serangan jantung dan stroke. Pada saat yang sama bawang merah dapat mempertahankan kolesterol yang baik di dalam tubuh, yang membantu mencegah serangan jantung.

Para ilmuwan asal Hong Kong melakukan percobaan dengan menghaluskan bawang merah dan memberikannya kepada hamster yang telah diberi diet tinggi kolesterol. Dalam delapan pekan mereka mendapati kadar kolesterol buruk/Low Density Lipoprotein (LDL) pada binatang tersebut turun rata-rata 20 persen.
Namun pada saat yang sama, tidak ditemukan adanya penurunan kolesterol baik/High Density Lipoprotein HDL.

Zhen Yu Chen yang memimpin penelitian di Universitas Hong Kong mengatakan, “Meskipun ada banyak penelitian tentang bawang, tapi masih sedikit diketahui bagaimana konsumsinya berinteraksi dengan gen manusia dan protein yang terlibat dalam metabolisme kolesterol di dalam tubuh. Dengan demikian penelitian kami membuktikan adanya interaksi antara bawang dengan enzim-enzim dalam mekanisme penurunan kolesterol.”

“Ini adalah penelitian yang pertama yang meneliti tentang interaksi bawang merah dengan fungsi biologis. Hasilnya mendukung klaim yang mengatakan bahwa mengkonsumsi rutin bawang merah dapat mengurangi resiko penyakit jantung koroner. Demikian tambah professor Zhen.

            Memang memakan bawang merah bisa membuat nafas berbau tidak sedap, akan tetapi setelah mengetahui manfaatnya yang besar, sekarang ini Anda tidak ragu lagi untuk mengkonsumsinya bukan??